
Tiga material bersaing untuk kusen di rumah kita: UPVC, aluminium, dan kayu. Masing-masing punya pendukung yang yakin, dan masing-masing benar untuk sebagian rumah. Pertanyaannya bukan siapa yang menang, melainkan material mana yang cocok untuk rumah Anda, anggaran Anda, dan kesediaan Anda merawatnya.
Perbandingan UPVC, aluminium, dan kayu dalam satu tabel
| Kriteria | UPVC | Aluminium | Kayu |
|---|---|---|---|
| Perawatan | Dibersihkan berkala, tidak perlu dicat ulang | Dibersihkan, lapisan cat atau anodisasinya perlu dijaga | Finishing (cat atau vernis) diperbarui berkala |
| Air dan lembap | Tidak menyerap air | Tidak menyerap air, dilindungi lapisan oksida tipis | Menyerap lembap, bisa mengembang dan lapuk |
| Rayap | Bukan makanan rayap | Bukan makanan rayap | Bisa dimakan rayap bila tidak terlindungi |
| Penghantaran panas | Sangat lambat, sekitar 0,17 W/m·K | Sangat cepat, sekitar 160 sampai 237 W/m·K | Lambat |
| Pemuaian oleh suhu | Sekitar 0,05 mm per meter per °C | Sekitar 0,023 mm per meter per °C | Kecil pada arah serat, tetapi berubah ukuran oleh lembap |
| Kekuatan dan profil | Perlu tulangan baja, profil lebih tebal | Kuat, profil bisa ramping, cocok bentang lebar | Kuat, bergantung jenis dan ukuran kayu |
| Api | Dapat membentuk uap hidrogen klorida saat terbakar | Tidak ikut terbakar, meleleh di sekitar 660 °C | Mudah terbakar |
| Udara asin | Plastik tidak terpengaruh, aksesori logam tetap perlu tahan karat | Garam menurunkan ketahanan korosi | Bergantung jenis kayu dan finishing |
Angka konduktivitas dan pemuaian berasal dari Wikipedia dan studi Choi dkk. (2022). Selebihnya adalah sifat umum bahan, bukan hasil uji produk tertentu.
Mana yang paling sedikit perawatannya?
Inilah perbedaan yang paling terasa setelah beberapa tahun. Kayu paling indah di hari pertama, tetapi meminta perhatian terus-menerus: finishing yang memudar harus diperbarui sebelum lembap masuk ke seratnya. Aluminium lebih sabar, meski lapisan catnya bisa tergores dan sambungan sudutnya perlu dilihat. UPVC paling minim, sebab tidak ada lapisan cat yang harus diperbarui dan sudutnya dilas (lihat cara merawat pintu dan jendela UPVC).
Panas dan kenyamanan
Kusen aluminium menghantar panas hampir seribu kali lebih cepat daripada UPVC, sehingga ia mudah ikut panas dan ikut dingin. Pemutus panas (thermal break) pada profil aluminium mengurangi masalah itu, tetapi bukan pada semua produk. Namun sebagian besar panas masuk lewat kaca, apa pun kusennya, jadi bahan kusen hanya setengah cerita. Pembahasannya ada di jendela UPVC dan panas.
Kekuatan, dan di mana aluminium lebih unggul
Kami tidak akan mengatakan UPVC selalu lebih baik. Menurut Wikipedia, paduan aluminium memiliki kekuatan luluh sekitar 200 sampai 600 MPa, sedangkan kekuatan luluh lentur PVC kaku sekitar 72 MPa. Karena itu profil aluminium bisa lebih ramping dan bentangnya lebih lebar. Kalau Anda menginginkan dinding kaca besar dengan garis kusen setipis mungkin, aluminium sering menjadi pilihan yang lebih wajar. UPVC mengimbanginya dengan rongga profil yang diisi besi galvanis, tetapi profilnya tetap lebih tebal.
Bagaimana ketiganya di cuaca, rayap, dan udara asin?
Di sini UPVC dan aluminium sama-sama lebih mudah daripada kayu. Keduanya tidak menyerap air dan bukan makanan rayap. Perbedaan kecilnya ada pada udara asin: Wikipedia mencatat garam terlarut menurunkan ketahanan korosi aluminium, sedangkan plastik tidak terpengaruh dengan cara itu. Untuk rumah di dekat pantai Semarang, aluminium perlu lapisan pelindung yang baik, sedangkan UPVC cukup memperhatikan aksesori logamnya.
Bagaimana dengan biaya jangka panjang?
Biaya awal hanya sebagian dari cerita. Kayu membawa biaya finishing yang berulang, aluminium sesekali perlu dilapis ulang bila catnya rusak, dan UPVC hampir tidak. Hitunglah biaya untuk sepuluh tahun, bukan hanya biaya di hari pertama. Kami tidak bisa menyebut angka tanpa ukuran dan model, tetapi pertanyaan ini layak diajukan pada setiap penawaran.
Kapan memilih yang mana?
Kami menyarankan memilih seperti ini:
- Pilih UPVC bila Anda mengutamakan perawatan ringan, kenyamanan, dan ketenangan, di iklim lembap seperti di sini.
- Pilih aluminium bila anggaran sangat ketat untuk model standar, atau Anda membutuhkan bentang lebar dan profil ramping.
- Pilih kayu bila tampilan alami adalah prioritas dan Anda siap merawatnya. Bila ingin kesan kayu tanpa perawatannya, UPVC bermotif kayu bisa dipertimbangkan, tetapi teksturnya tetap lapisan, bukan serat asli (warna dan pattern pintu UPVC).
Apa pun pilihan Anda, minta penawaran tertulis yang merinci profil, kaca, dan aksesori (apa yang menentukan harga). Bila ingin melihat contoh pemasangan UPVC di rumah, kos, klinik, dan masjid, buka halaman proyek, atau hubungi tim Gerha untuk survey di Semarang dan Ungaran.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Tidak ada jawaban tunggal. Aluminium umumnya paling terjangkau untuk model standar, UPVC berada di tengah dan hemat perawatan, dan harga kayu sangat bervariasi menurut jenis dan finishing. Bandingkan penawaran tertulis untuk ukuran yang sama.
Bergantung pada mutu bahan, lapisan, pemasangan, dan perawatan. Di lingkungan lembap, bahan yang tidak menyerap air dan tidak dimakan rayap, yaitu UPVC dan aluminium, lebih sedikit mengalami masalah daripada kayu yang tidak dirawat.
Bisa lewat lapisan bermotif kayu. Gerha menyediakan motif seperti Japanese Wood, Dark Oak, dan Golden Oak. Teksturnya tetap lapisan, bukan serat kayu asli.
Kusen UPVC tidak berkarat oleh garam. Aluminium perlu lapisan pelindung yang baik karena garam menurunkan ketahanan korosinya. Kayu perlu finishing yang rajin dirawat. Untuk semuanya, pilih engsel dan kunci tahan karat.
Rujukan
- Choi, Ozaki & Lee (2022), Energies 15(10): konduktivitas termal aluminium dan PVC
- Aluminium, Wikipedia: pemuaian, konduktivitas, oksida pelindung, daur ulang, dan kekuatan
- Polyvinyl chloride, Wikipedia: pemuaian, suhu kerja, dan perilaku saat terbakar
- Termite, Wikipedia: rayap dan kerusakan pada kayu bangunan


